Jakarta-Pada Sabtu, 3 Mei 2025 bertempat di Taman Mini Indonesia Indah, berlangsung kegiatan spesial dalam rangka Hari Pendidikan Nasional sekaligus Peringatan Hari Kartini. Acara ini diselenggarakan sebagai wadah kolaborasi antar Perempuan Inspiratif yang Peduli Terhadap Isu Pendidikan, khususnya literasi digital yang ramah anak yang diselenggarakan oleh Bocil Incorporation berkolaborasi dengan 1001 Mimpi dan Gamadharma

Dalam kesempatan ini, Cahya Alfath Nanda Aurica mahasiswi Prodi PGMI dari Institut Daarul Quran, turut hadir sebagai salah satu Narasumber Inspiratif yang diundang dalam diskusi tersebut. Cahya juga berkesempatan untuk berbagi mengenai berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendorong inovasi serta kesadaran akan pentingnya akses Pendidikan bagi generasi muda.
Acara ini menghadirkan berbagai pembicara, mulai dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, pengusaha serta aktivis sosial yang membahas tantangan serta solusi dalam pengembangan literasi digital bagi generasi muda dan anak-anak. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan ada semakin banyak pihak yang mau berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan yang Inklusif, Adaptif, dan Berbasis Teknologi.
Sebagai representatif dari Institut Daarul Quran, Cahya turut berbagi perspektifnya mengenai peran pendidikan berbasis nilai keagamaan dalam mendukung literasi digital yang sehat dan mendidik. Keterlibatannya menjadi bagian dari upaya membangun jaringan yang lebih luas antar pemimpin perempuan dalam dunia pendidikan.
Acara ini berlangsung dengan hangat dan penuh semangat, menjadikan momen berharga bagi seluruh peserta untuk saling bertukar ide, menguatkan solidaritas, dan mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.

Dalam acara in,i Cahya menyampaikan bahwa di era digital, perempuan juga memiliki peran signifikan serta peluang luar biasa untuk ikut berkontribusi dalam pendidikan serta di berbagai bidang lainnya. Bagaimana pendidikan mampu memberdayakan perempuan, serta bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif pada berbagai hal. Dan menjadikan penerapan Sistem Among dalam Pendidikan Awal yang menjadikan rumah sebagai pondasi, karena pendidikan paling awal dimulai dari rumah dan keluarga adalah lingkungan pertama yang membentuk karakter anak, khususnya seorang ibu yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak.Oleh karena itu, perempuan harus berdaya yaitu dengan terus belajar. Menjadi mahasiswapun demikian, tidak hanya pulang pergi kampus serta tidak punya pengalaman berorganisasi, namun harus bisa upgrade skill serta mencari peluang atau kesempatan yang ada di depan kita.
Di bagian closing statement, Cahya berpesan “Bawalah Qur’an kemana-mana, maka Qur’an akan membawamu kemana mana, jadikan Qur,an sebagai pedoman hidup. Do the best Be the best don’t feel the best and let it flow”
Cahya merasa sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan dan diundang untuk memberikan motivasi dan menceritakan kisah inspiratifnya di depan para peserta dan para kartini masa kini yang luar biasa, dalam kesempatan ini cahya juga dapat mempresentasikan cerita inspiratif kehidupanya yang berhasil terpilih dan diterbitkan menjadi buku setelah mengikuti kegiatan Womesnpirasi di bulan Maret di Perpusnas Jakarta. Cahya berharap bisa memotivasi teman mahasiswa lainya serta para perempuan atau kartini masa kini agar bisa memaksimalkan potensi, jangan biarkan lingkungan menutup kesempatan-kesempatan yang ada di sekitarmu. Keep fighting dan Jangan Pernah Menyerah pesannya. (fny)