TANGERANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas kompetensi akademik dan praktis mahasiswa, Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Daarul Qur’an menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu yang bertajuk “Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran yang Efektif di Sekolah”.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada hari Senin, 22 Desember 2025. Acara ini menghadirkan para pakar di bidang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah untuk memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan kurikulum masa kini.
Kuliah tamu kali ini menghadirkan dua pemateri utama yang kompeten di bidangnya yaitu Eva Luthfi Fakhru Ahsani, M.Pd dari UIN Sunan Kudus. dan Willa Putri, M.Pd dari Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor. Acara dibuka dengan sambutan dari Kaprodi PGMI Institut Daarul Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari Dekan FTK Institut Daarul Qur’an, Muhammad Fauzan Muttaqin, M.Pd yang sekaligus membuka acara kuliah tamu Prodi PGMI, dan juga dipandu oleh Feny Nida Fitriyani, M.Pd selaku moderator dalam acara ini.

Pemateri Pertama, Eva Luthfi Fakhru Ahsani, M.Pd, membahas tentang “Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam yang Bermakna dan Kontekstual. Dalam pembelajaran mendalam (PM) guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tapi memberikan pembelajaran yang bermakna. Dalam pembelajaran mendalam, P5 sudah tidak lagi digunakan dan diganti dengan 8 dimensi profil lulusan yaitu Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi. Selain itu ada 3 prinsip pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
Kokurikuler sendiri merupakan ruang yang lebih fleksibel bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan menanamkan nilai-nilai yang dimiliki oleh satuan pendidikan. Kokurikuler juga memiliki porsi yang hampir sama dengan intrakurikuler. Kokurikuler digunakan untuk menjembatani pembelajaran baik berupa projek atau pembelajaran di luar kelas.

Pemateri kedua, Willa Putri, M.Pd membahas tentang “Strategi Pembelajaran Efektif di MI/SD”. Dalam tahapan kognitif Piaget, anak kelas rendah (kelas 1-3) ada dalam kategori operasional konkret awal. Sedangkan anak kelas atas (kelas 4-6) masuk dalam kategori operasional konkret lanjutan. Bu Willa juga menjelaskan 2 macam strategi pembelajaran yang bisa digunakan di MI/SD yaitu Strategi Pembelajaran Aktif dan Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Dalam Strategi pembelajaran aktif terdapat model-model pembelajaran seperti PjBL, PBL, Discovery Learning dan Cooperative Learning. Sedangkan dalam CTL terdapat metode pembelajaran seperti Pembelajaran Berdiferensiasi. Menurutnya menjadi seorang guru tidak boleh kaku dan harus selalu bisa menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dalam pendidikan.

Diskusi berfokus pada bagaimana pendidik dapat beradaptasi dengan pendekatan baru yaitu pendekatan pembelajaran mendalam yang serta bagaimana menerapkan strategi pembelajaran yang tidak hanya inovatif, tetapi juga efektif diterapkan di lingkungan sekolah. Hal ini dianggap krusial mengingat dinamisnya perubahan sistem pendidikan di Indonesia.
Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan para calon pendidik khususnya calon pendidik di MI siap menghadapi dunia kerja dengan bekal pemahaman kurikulum dan strategi pembelajaran yang matang.(fny)