Kontak Kami :

021-31-118-118

Email :

info@idaqu.ac.id

Mengajar Bukan Sekadar Menyampaikan, Seminar Strategi Deep Learning untuk Guru Inspiratif

Kabupaten Tangerang — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru. Hal ini tampak dalam kegiatan workshop bertajuk “Mengajar Bukan Sekadar Menyampaikan: Strategi Deep Learning untuk Guru Inspiratif” yang diselenggarakan di MI Nurul Falahiyah, Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu, 13 Desember 2025.


Kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Daarul Qur’an (IDQ) Jakarta Tahun 2025 sebagai bagian dari implementasi program kampus berdampak. Workshop menghadirkan Bapak Zubaidi, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pemateri utama, yang dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan dengan fokus pada pembelajaran bermakna dan inovatif.

Dalam pemaparannya, Zubaidi menekankan bahwa mengajar tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus mampu menumbuhkan pemahaman mendalam, keterlibatan aktif, serta refleksi kritis pada diri siswa. “Strategi deep learning mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang mengajak siswa berpikir, bertanya, mengaitkan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan,” ujarnya di hadapan para guru peserta workshop.


Workshop ini mendapat sambutan positif dari Ketua Yayasan MI Nurul Falahiyah, Bapak Faruq Sobri, S.Pd., yang menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN IDQ Jakarta atas kontribusi nyata bagi pengembangan mutu guru di madrasah. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan memberi dampak langsung pada proses belajar mengajar di kelas. Hal senada disampaikan Kepala MI Nurul Falahiyah, Ibu Siti Fauziah, S.Pd., Gr., yang menilai strategi deep learning relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 di madrasah ibtidaiyah.

Secara kebijakan, penerapan strategi deep learning sejalan dengan arah penguatan kualitas pembelajaran yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Pd. Pemerintah menekankan pentingnya pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konseptual, pengembangan karakter, serta kompetensi berpikir tingkat tinggi, baik di sekolah umum maupun madrasah. Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser praktik pembelajaran dari sekadar berorientasi pada hafalan menuju proses belajar yang bermakna dan kontekstual.


Dampak workshop ini dirasakan langsung oleh para guru peserta. Mereka memperoleh pemahaman baru tentang peran guru sebagai fasilitator belajar, bukan satu-satunya sumber informasi. Selain itu, guru juga dibekali strategi praktis seperti perancangan pertanyaan pemantik, pembelajaran berbasis masalah, serta teknik refleksi sederhana yang dapat diterapkan di kelas MI. Peningkatan kompetensi pedagogik ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas interaksi belajar dan meningkatkan motivasi serta daya nalar siswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN IDQ Jakarta menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung perubahan pendidikan di tingkat akar rumput. Workshop deep learning di MI Nurul Falahiyah menjadi contoh nyata sinergi antara kampus, madrasah, dan masyarakat yang bertujuan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MI Nurul Falahiyah diharapkan mampu melahirkan guru-guru inspiratif yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing serta menggerakkan potensi siswa secara optimal. Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemangku kebijakan ini menjadi bukti bahwa kerja bersama dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. (zbd)

About the Author

Feny Nida Fitriyani

Lecturer of Islamic Elementary School Education

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these